Episode-episode hidup kita ibarat puzzle yang terserak. Selintas terkesan tak beraturan dan tak berhubungan. Namun sejatinya, semua saling terkait dalam sebuah pola yang begitu indah. Dan saat kita bisa menyusun puzzle-puzzle itu dengan tepat sesuai posisinya, akan kita temukan sebuah karya yang begitu sempurna dan luar biasa. Maha karya agung dari Sang Maha Agung.
Saat itulah kita bisa menarik benang merah dari setiap kejadian yang kita alami. Dan sebagian misteri hidup yang tersusun dalam deretan pertanyaan "mengapa ?" pun (Mengapa harus berada disini, mengapa harus mengalami ini, mengapa harus bertemu ini, mengapa harus begini, mengapa harus begitu, mengapa ..., mengapa ..., dst), akan terpecahkan.
Yang pasti, ketika Allah menetapkan suatu manzilah bagi kita, itu bukan suatu kebetulan dan tanpa alasan. Tapi ada hal yang ingin Allah sampaikan pada kita, ada sesuatu yang ingin Allah ajarkan pada kita, yang nantinya akan bermanfaat bagi masa depan kita, karena apa yang kita alami saat ini tak kan lepas dari apa yang akan kita alami esok hari.
Jadi, jalani saat ini dengan sebaik-baiknya, dan ambil hikmah sebanyak-banyaknya, sebagai bekal bagi hidup kita di kemudian hari
Mimpiku ...
Menjadi apa adanya diriku ... Memberi yang terbaik dan terindah Tuk mereka yang tercinta
Sunday, March 16, 2008
Edensor
Membaca Bab pertama dari buku ketiga tetralogi Andrea, membuat keningku berkerut.Pasalnya, di bab pertama buku yang baru kubeli sewaktu Bookfair kemarin itu, banyak kata-kata yang tak kupahami artinya, mulai dari zenit, nadir, menibar, terampang, gerinda, lor, harpun, tempuling de el el, bahkan dari kalimat judul bab nya aja udah nggak dong. Kerasa banget kurangnya perbendaharaan bahasa Indonesiaku. Imbasnya, membacanya jadi terasa lebih lama dari dua buku sebelumnya, karena kadang harus mengeja tiap katanya atau mengulang-ulang kalimatnya demi bisa mendapatkan visualisasi yang jelas dari apa yang dikisahkan dan meraba makna yang ingin disampaikan.
Kenapa ya ... ?
Apa karena membacanya pas dalam kondisi lelah ? Bisa jadi.
Tapi itu baru bab pertama kok, bab-bab selanjutnya lumayan lancar. Dan seperti biasa, buku ini mampu membuatku tergugu haru, tersenyum geli, hingga tertawa terpingkal-pingkal.
Dari ketiga buku yang telah terbit, yang paling berkesan tetap buku pertama. Buku yang dinobatkan sebagai Indonesia's Most Powerful Book ini (Sesuai yang tertera di sampulnya) memang menginspirasi. Buku yang membuat saya merasa bahwa tak ada alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri hidup, dan segala apa yang telah diamanahkan pada kita.
Kenapa ya ... ?
Apa karena membacanya pas dalam kondisi lelah ? Bisa jadi.
Tapi itu baru bab pertama kok, bab-bab selanjutnya lumayan lancar. Dan seperti biasa, buku ini mampu membuatku tergugu haru, tersenyum geli, hingga tertawa terpingkal-pingkal.
Dari ketiga buku yang telah terbit, yang paling berkesan tetap buku pertama. Buku yang dinobatkan sebagai Indonesia's Most Powerful Book ini (Sesuai yang tertera di sampulnya) memang menginspirasi. Buku yang membuat saya merasa bahwa tak ada alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri hidup, dan segala apa yang telah diamanahkan pada kita.
Positive Thinking
Dulu, saat ada pembekalan untuk SPMB, saya dikenalkan dengan adanya Hukum Pikiran, yang intinya bahwa ketika kita berpikir bahwa kita bisa, maka seluruh organ di dalam tubuh kita akan merespon pikiran itu dan akhirnya kita benar-benar bisa melakukannya.
Bahasa kerennya sih “You can if you think you can”.
Beberapa waktu lalu, saya dapat pelajaran tentang hukum pikiran ini.
Ternyata, saat kita berpikir negatif atau berprasangka buruk pada seseorang, maka pikiran tersebut secara tidak sadar akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Akhirnya, kita tanpa sadar jadi menjaga jarak dan menciptakan sekat dengan orang tersebut. Sehingga yang tadinya fine-fine aja, malah terjebak dalam situasi yang kurang nyaman.
Padahal, bisa saja, pikiran negatif itu muncul dari pengamatan yang cukup singkat, artinya kita belum kenal siapa dia sebenarnya, dan nggak ngerti apa-apa tentang dia. Tapi karena keburu menyimpulkan dari hal yang sekilas tadi, akhirnya malah merenggangkan hubungan bahkan sebelum hubungan itu terjalin.
Sayang sekali bukan. Padahal seharusnya, jika kita mau untuk sedikit berpikir positif, bukan tidak mungkin, dia bisa menjadi orang yang dekat dengan kita atau bahkan sahabat kita. Yah, paling nggak, sodara kita akan bertambah satu lagi.
So, nggak ada ruginya untuk membiasakan selalu berpikir positif. Lagipula, keseringan berpikir negatif, bakalan bikin kita susah sendiri, udah makan ati, lama-lama bisa stress.
Satu lagi, salah satu rahasia untuk bisa menikmati hidup adalah selalu tersenyum dan berpikir positif dalam setiap kondisi.
Selamat menikmati warna warni hidup !!!
^_^
Bahasa kerennya sih “You can if you think you can”.
Beberapa waktu lalu, saya dapat pelajaran tentang hukum pikiran ini.
Ternyata, saat kita berpikir negatif atau berprasangka buruk pada seseorang, maka pikiran tersebut secara tidak sadar akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Akhirnya, kita tanpa sadar jadi menjaga jarak dan menciptakan sekat dengan orang tersebut. Sehingga yang tadinya fine-fine aja, malah terjebak dalam situasi yang kurang nyaman.
Padahal, bisa saja, pikiran negatif itu muncul dari pengamatan yang cukup singkat, artinya kita belum kenal siapa dia sebenarnya, dan nggak ngerti apa-apa tentang dia. Tapi karena keburu menyimpulkan dari hal yang sekilas tadi, akhirnya malah merenggangkan hubungan bahkan sebelum hubungan itu terjalin.
Sayang sekali bukan. Padahal seharusnya, jika kita mau untuk sedikit berpikir positif, bukan tidak mungkin, dia bisa menjadi orang yang dekat dengan kita atau bahkan sahabat kita. Yah, paling nggak, sodara kita akan bertambah satu lagi.
So, nggak ada ruginya untuk membiasakan selalu berpikir positif. Lagipula, keseringan berpikir negatif, bakalan bikin kita susah sendiri, udah makan ati, lama-lama bisa stress.
Satu lagi, salah satu rahasia untuk bisa menikmati hidup adalah selalu tersenyum dan berpikir positif dalam setiap kondisi.
Selamat menikmati warna warni hidup !!!
^_^
Kalender
Akhir-akhir ini, tiba-tiba saja kalender menjadi begitu menarik perhatian. Rasanya tak bosan untuk membolak-balik lembar demi lembarnya sambil mengitung banyaknya angka merah yang tercantum di dalamnya. Pengennya sih angka merah itu menjadi semakin dan semakin bertambah banyak, he … karna itu artinya it’s time to go home ^_^
Tapi … mbok dibolak-balik sampe capek, dihitung sampe linglungpun tetep aja jumlahnya sama. Hfff, yah … tak apalah, dinikmati aja, itung-itung latihan untuk mandiri, lebih bijak dan lebih dewasa. Smangattt !!!
Anyway, sebentar lagi ada libur panjang tuh 4 hari. Alhamdulillah ….
My Sweet home … I’m coming … ^_^
Tapi … mbok dibolak-balik sampe capek, dihitung sampe linglungpun tetep aja jumlahnya sama. Hfff, yah … tak apalah, dinikmati aja, itung-itung latihan untuk mandiri, lebih bijak dan lebih dewasa. Smangattt !!!
Anyway, sebentar lagi ada libur panjang tuh 4 hari. Alhamdulillah ….
My Sweet home … I’m coming … ^_^
Nulis lagi ^_^
Alhamdulillah ... ternyata Allah masih mengizinkan untuk tetap menulis, meski dalam suasana, ruang dan waktu yang berbeda. Semoga ada hikamh dari tulisan-tulisan kecil ini. Aamiin
Saturday, February 16, 2008
Posting terakhir (???)
Sebelum waktumu terasa memburu
sebelum lelahmu menutup mata
Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
"Sejenak" by ... (pasti dah tahu semua deh)
Nggak terasa, blog ini sudah menemani saya selama kurang lebih 4 tahun. Hfffh nggak nyangka bisa bertahan sampai sejauh ini. Setidaknya ini bisa jadi arsip buat saya, tentang perjalanan rasa dan fikir saya selama 4 tahun ini. Sapa tahu besok bisa jadi bahan untuk membuat buku(huehehe, Miimpi !!!). Tak masalah, semua kan berawal dari sebuah mimpi. Kalau kata ustadz hasan, mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari, betul ?!
kalo nggak, ya jadi arsip pribadi saja lah, buat bacaan anak cucu nanti.
Ini lho ibu dan nenek sewaktu mudah dulu (Halah, ngayal lagi). Eh nggak ngayal, beneran. Sapa tahu mereka jadi terinspirasi atau yah mengambil hikmah gitu dari tulisan-tulisan yang pernah kubuat.
Anyway, terima kasih buat yang sudah pernah singgah di dua blog erni ini. Semoga ada menfaat yang bisa diambil dari corat-coret ini. Maaf jika ada tulisan yang tidak berkenan atau ada tulisan-tulisan "nggak penting" yang lolos dari sortiran.
Setiap awal pasti ada akhir. Begitulah sunnatullah.
Pengennya sih tetep bisa nulis sampe tiba saat nggak bisa nulis lagi. Tapi semua tergantung dari situasi dan kondisi yang akan dihadapi nanti.
Apakah ini posting terakhir ?
Wallahu a'lam.
Tapi nggak ada salahnya dari sekarang, saya menghaturkan maaf dan terima kasih kepada mereka yang telah sudi mengunjungi persinggahan dan dunia_kecilku ^_^.
Semoga Allah masih berkenan mengizinkan saya untuk tetap menulis.
Mohon doa dari semua, tak lama lagi saya akan memasuki dunia baru yang belum pernah saya tapaki.
Semoa Allah mengkaruniakan keistiqomahan pada kita semua.
Aamin
sebelum lelahmu menutup mata
Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
"Sejenak" by ... (pasti dah tahu semua deh)
Nggak terasa, blog ini sudah menemani saya selama kurang lebih 4 tahun. Hfffh nggak nyangka bisa bertahan sampai sejauh ini. Setidaknya ini bisa jadi arsip buat saya, tentang perjalanan rasa dan fikir saya selama 4 tahun ini. Sapa tahu besok bisa jadi bahan untuk membuat buku(huehehe, Miimpi !!!). Tak masalah, semua kan berawal dari sebuah mimpi. Kalau kata ustadz hasan, mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari, betul ?!
kalo nggak, ya jadi arsip pribadi saja lah, buat bacaan anak cucu nanti.
Ini lho ibu dan nenek sewaktu mudah dulu (Halah, ngayal lagi). Eh nggak ngayal, beneran. Sapa tahu mereka jadi terinspirasi atau yah mengambil hikmah gitu dari tulisan-tulisan yang pernah kubuat.
Anyway, terima kasih buat yang sudah pernah singgah di dua blog erni ini. Semoga ada menfaat yang bisa diambil dari corat-coret ini. Maaf jika ada tulisan yang tidak berkenan atau ada tulisan-tulisan "nggak penting" yang lolos dari sortiran.
Setiap awal pasti ada akhir. Begitulah sunnatullah.
Pengennya sih tetep bisa nulis sampe tiba saat nggak bisa nulis lagi. Tapi semua tergantung dari situasi dan kondisi yang akan dihadapi nanti.
Apakah ini posting terakhir ?
Wallahu a'lam.
Tapi nggak ada salahnya dari sekarang, saya menghaturkan maaf dan terima kasih kepada mereka yang telah sudi mengunjungi persinggahan dan dunia_kecilku ^_^.
Semoga Allah masih berkenan mengizinkan saya untuk tetap menulis.
Mohon doa dari semua, tak lama lagi saya akan memasuki dunia baru yang belum pernah saya tapaki.
Semoa Allah mengkaruniakan keistiqomahan pada kita semua.
Aamin
Saturday, February 09, 2008
Lagi sensi
Akhir-akhir ini entah kenapa jadi begitu emosional. Terlalu reaksioner untuk hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu perlu ditanggapi. Canda pun terdengar seperti cela. Amarah diumbar dimana-mana. Pokoke uring-uringan terus. Entah sudah makan berapa korban.
Sampe-sampe kepikir, aku tuh kenapa ya ? kok marah-marah terus. Memang sih, kalo udah marah jadi plong, tapi bener nggak sih marahku ini. Rasanya jadi capek sendiri.
Ga berapa lama, terjawab sudah apa yang menjadi tanya selama ini.
Ternyata bener juga riset yang menyatakan bahwa bagi wanita ada masa-masa tertentu yang menjadikannya sangat sensitif. Ibaratnya, disenggol aja bisa langsung marah, nangis, ngambek atau lainnya.
Dulu juga pernah, tiba-tiba aja nangis yang bener-bener nangis gitu karena hal yang sepele. Mana nangisnya didepan orang lagi, padahal kan waktu itu gengsi banget nangis depan orang. Kalo inget itu kadang agak nyesel juga, ngapain pake nangis segala. Tapi ya semua tuh spontan dan natural gitu, nggak dibuat-buat. Emang sudah fitrah dan sunnatullah kali ya ...
Kalo dan normal gini, jadi merasa bersalah dengan mereka yang tlah menjadi korban emosi ku di saat-saat sensitif itu.
Bisa nggak ya Allah kasih keringanan. Jadi jika di saat-saat sensitif itu seorang wanita mengeluarkan emosi sehingga menyakiti orang lain, nggak dicatat sebagai dosa. (Yee maunya). Kan emang sedang udzur. Eh, termasuk udzur nggak sih ???
Anyway, mohon maaf deh jika ada yang nggak sengaja jadi korban emosi saya. Mohon dimaafkan dan dimaklumi ya ...
Sampe-sampe kepikir, aku tuh kenapa ya ? kok marah-marah terus. Memang sih, kalo udah marah jadi plong, tapi bener nggak sih marahku ini. Rasanya jadi capek sendiri.
Ga berapa lama, terjawab sudah apa yang menjadi tanya selama ini.
Ternyata bener juga riset yang menyatakan bahwa bagi wanita ada masa-masa tertentu yang menjadikannya sangat sensitif. Ibaratnya, disenggol aja bisa langsung marah, nangis, ngambek atau lainnya.
Dulu juga pernah, tiba-tiba aja nangis yang bener-bener nangis gitu karena hal yang sepele. Mana nangisnya didepan orang lagi, padahal kan waktu itu gengsi banget nangis depan orang. Kalo inget itu kadang agak nyesel juga, ngapain pake nangis segala. Tapi ya semua tuh spontan dan natural gitu, nggak dibuat-buat. Emang sudah fitrah dan sunnatullah kali ya ...
Kalo dan normal gini, jadi merasa bersalah dengan mereka yang tlah menjadi korban emosi ku di saat-saat sensitif itu.
Bisa nggak ya Allah kasih keringanan. Jadi jika di saat-saat sensitif itu seorang wanita mengeluarkan emosi sehingga menyakiti orang lain, nggak dicatat sebagai dosa. (Yee maunya). Kan emang sedang udzur. Eh, termasuk udzur nggak sih ???
Anyway, mohon maaf deh jika ada yang nggak sengaja jadi korban emosi saya. Mohon dimaafkan dan dimaklumi ya ...
Subscribe to:
Posts (Atom)