Saya ingat teman saya pernah berkata, bahwa sebuah karya ketika sudah di publish, maka ia tlah menjadi milik publik dan bukan lagi menjadi milik pembuatnya. Artinya setiap orang yang melihat hasil karya itu bebas menafsirkan apa yang tersurat sesuai dengan interpretasi masing-masing. Misalnya saja karya semacam cerpen, puisi, syair, lukisan, patung, film, sinetron dan karya-karya yang bersifat ambigu dan multiinterpretatif lainnya.
Penyampaian nilai dan pesan lewat karya-karya tersebut memang lebih enak dinikmati dan tidak terkesan menggurui. Tapi kelemahannya adalah, terkadang pesan dan nilai yang ingin disampaikan menjadi tidak tepat sasaran. Sebenarnya ingin bilang A, tapi yang berhasil ditangkap adalah B, C bahkan Z. Nah lo, jauh banget kan. Selain itu sebagian besar orang lebih banyak melihat apa yang tersurat daripada apa yang tersirat.
Itulah kenapa Indonesia masih membutuhkan LSF.
Meskipun pokok masalahnya bukan pada film atau LSFnya, tapi pada "kedewasaan" (nggak sekedar baligh tapi juga mumayiz) dan "kesadaran bahwa saya sudah dewasa" dari individu individu yang mendiami negeri Indonesia tercinta ini, baik yang memproduksi maupun yang mengkonsumsi, dalam kasus ini adalah film.
Kalau kata temen saya yang Anak sospol, sebenarnya kontrol yang paling efektif adalah kontrol sosial. Artinya masyarakat sendirilah yang kemudian bergerak menyuarakan ketidaknyamanan yang dirasakan, ketika memang ada hal yang dirasa meresahkan dalam kehidupan bermasyarakatnya. Dan untuk itu dibutuhkan "kedewasaan" dan "kesadaran" itu tadi.
Terlepas efektif atau tidaknya peran LSF selama ini, lembaga ini masih tetap dibutuhkan. Karena ternyata untuk memotong atau menyensor adegan dalam suatu film, tidak semua orang bisa melakukan. Diperlukan sebuah lembaga resmi sebagai pihak yang berwenang dalam menyeleksi berbagai produksi film yang kini tengah marak. Disinilah LSF mengambil peran. Tinggal bagaimana menjadikan lembaga ini bisa lebih "bertaring" lagi dalam menjalankan fungsi dan perannya.
Masalah moral memang persoalan kita bersama. Setiap kita, mempunyai tanggungjawab terhadap masalah ini. Sebagai pribadi, ada kewajiban tuk membangun "kesadaran" pada diri sekaligus menjaga agar "kesadaran" dan "kedewasaan" itu tetap ada pada kita. Sebagai bagian dari masyarakat ada tanggungjawab untuk menumbahkan "kesadaran" dan "kedewasaan" dalam diri individu-individu di sekitar kita. Sebagai sebuah lembaga sensor, ada tanggungjawab untuk menjaga agar tayangan-tayangan yang tak layak tayang, tak beredar luas di masyarakat. Sebagai insan seni, ada tanggungjawab untuk membuat karya yang mendidik, mencerdaskan dan tidak mengganggu stabilitas akhlak generasi muda dan masyarakat Indonesia.
Seandainya dalam diri semua kita tlah tumbuh "kedewasaan", maka tentunya setiap kita akan menjalankan peran dengan penuh "kesadaran" serta memposisikan diri sebagai bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari masalah.
Begitulah ... Membaca tulisan ini memang membingungkan. Tambal sulam dan menyambungkan yang tidak nyambung. Yah ... itulah erni, hehe ...aneh.
Sebagai penutup tulisan yang kacau ini, saya ingin menulis syair Sandaran Hati-nya Letto. Ini juga termasuk karya yang multiinterpretatif. Dari berita yang saya dengar, lirik ini ditulis saat seorang makhluk tengah rindu dengan Khaliknya. Tapi setelah dilaunching, mu dan kau pada lagu inipun ditafsirkan berbeda-beda oleh orang yang berbeda-beda pula. Tapi kalau menurut saya pribadi, Mu dan Kau di lirik ini memang paling pas dan paling sesuai ditujukan untuk Allah.
Yakinkah ku berdiri
Di hampa tanpa tepi
Boehkah aku mendengarMu
Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku ... MerindukanMu
Terpurukku disini
Teraniaya sepi
Dan kutahu pasti Kau menemani
Dalam hidupku
Kesendirianku
Teringat ku teringat
Pada janjiMu kuterikat
Hanya sekejap kuberdiri
Kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Inikah yang Kau mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang kutuju
Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah tanpa hadirMu
Dalam gelapnya malam hariku
Mimpiku ...
Menjadi apa adanya diriku ... Memberi yang terbaik dan terindah Tuk mereka yang tercinta
Saturday, February 09, 2008
Married and Love
Pernikahan adalah wujud dari kesungguhan cinta, begitu pendapat sebagian orang.
Saya jadi ingat sesuatu.
Suatu kali dalam sebuah kuliah, kami ditanya oleh Pak guru.
"Tolong tuliskan di papan tulis, apa yang ada dalam benak kalian, ketika saya mengatakan, 'Pernikahan'."
Lalu satu persatu dari kamipun maju. Tak terkecuali saya.
Dengan Pe Denya saya menggambar sebentuk hati beserta sebuah kata yang membuat seisi ruang kelas serentak berseru "iiihhiiiiiiii".
Sepatah kata itu adalah 'cinta'. Langsung deh kelas jadi heboh. Aku mung mesam-mesem tanpa rasa bersalah.
Memangnya ada yang salah ?
Perasaan biasa wae. Lagian emang kata itu yang terlintas dalam benak saya saat guru mengucap pernikahan. Nggak tahu, spontan aja gitu.
Tapi sebenarnya kata itu masih ada komanya, belum titik.
Karena cinta yang saya maksud bukanlah cinta dalam arti sempit seperti yang banyak dipersepsikan orang, tetapi cinta dalam arti luas dan bersifat universal.
Nalarnya gini.
Saat awal memutuskan untuk menggenapkan separuh din, maka disana ada cinta. Cinta pada Allah yang telah mensyariatkan menikah dalam tuntunanNya.
Cinta pada syariat Allah, yang dengannya kita berusaha menjalaninya dengan keridhaan dan keikhlasan
Cinta pada Rasulullah dan ittiba' terhadap sunnah-sunnahnya
Cinta pada diri, sehingga tidak ingin berlaku dzolim terhadapnya.
Saat menjalani pernikahan dan disepanjang perjalanannya, disanapun ada cinta.
Cinta kepada pasangan jiwa dan buah hati beserta segala yang ada padanya
Cinta atas peran dan amanah baru sebagai istri, ibu dan bagian dari masyarakat.
Cinta untuk saling menguatkan dalam menjalani proses menjadi muslim yang kaffah menuju rahmatan lil 'alamin
Cinta untuk saling berazzam dalam keistiqomahan dan fastabiqul khoirot
Cinta yang menjadi energi tuk selalu bersama dan tak kenal lelah menggapai cahaya cinta Nya yang hakiki dan abadi.
Hingga di pelabuhan akhirnya ...
pernikahan kan mampu menjadi jalan bagi cinta tuk mencapai keabadiannya.
Semoga ...
So, apakah pernikahan memang wujud dari kesungguhan cinta ???
Wallahu a'lam
Saya jadi ingat sesuatu.
Suatu kali dalam sebuah kuliah, kami ditanya oleh Pak guru.
"Tolong tuliskan di papan tulis, apa yang ada dalam benak kalian, ketika saya mengatakan, 'Pernikahan'."
Lalu satu persatu dari kamipun maju. Tak terkecuali saya.
Dengan Pe Denya saya menggambar sebentuk hati beserta sebuah kata yang membuat seisi ruang kelas serentak berseru "iiihhiiiiiiii".
Sepatah kata itu adalah 'cinta'. Langsung deh kelas jadi heboh. Aku mung mesam-mesem tanpa rasa bersalah.
Memangnya ada yang salah ?
Perasaan biasa wae. Lagian emang kata itu yang terlintas dalam benak saya saat guru mengucap pernikahan. Nggak tahu, spontan aja gitu.
Tapi sebenarnya kata itu masih ada komanya, belum titik.
Karena cinta yang saya maksud bukanlah cinta dalam arti sempit seperti yang banyak dipersepsikan orang, tetapi cinta dalam arti luas dan bersifat universal.
Nalarnya gini.
Saat awal memutuskan untuk menggenapkan separuh din, maka disana ada cinta. Cinta pada Allah yang telah mensyariatkan menikah dalam tuntunanNya.
Cinta pada syariat Allah, yang dengannya kita berusaha menjalaninya dengan keridhaan dan keikhlasan
Cinta pada Rasulullah dan ittiba' terhadap sunnah-sunnahnya
Cinta pada diri, sehingga tidak ingin berlaku dzolim terhadapnya.
Saat menjalani pernikahan dan disepanjang perjalanannya, disanapun ada cinta.
Cinta kepada pasangan jiwa dan buah hati beserta segala yang ada padanya
Cinta atas peran dan amanah baru sebagai istri, ibu dan bagian dari masyarakat.
Cinta untuk saling menguatkan dalam menjalani proses menjadi muslim yang kaffah menuju rahmatan lil 'alamin
Cinta untuk saling berazzam dalam keistiqomahan dan fastabiqul khoirot
Cinta yang menjadi energi tuk selalu bersama dan tak kenal lelah menggapai cahaya cinta Nya yang hakiki dan abadi.
Hingga di pelabuhan akhirnya ...
pernikahan kan mampu menjadi jalan bagi cinta tuk mencapai keabadiannya.
Semoga ...
So, apakah pernikahan memang wujud dari kesungguhan cinta ???
Wallahu a'lam
Love and married
Ada yang bilang, cinta adalah syarat awal dari sebuah pernikahan. Dengan kata lain, dua orang itu harus saling mencintai dulu sebelum menikah.
Benarkah ???
Tapi kenapa, ada banyak pernikahan yang awalnya tanpa cinta, bisa tetep langgeng sampe sekarang. Dan sebaliknya, ada pernikahan yang diawali dengan cinta, tapi akhirnya kandas di tengah jalan dan berakhir dengan saling menyakiti.
Ternyata, cinta yang hanya sekedar cinta, tak cukup mampu menggiring bahtera rumah tangga tuk berlabuh dengan selamat di pelabuhan akhir.
Lalu, adakah yang salah dengan pernikahan yang diawali dengan cinta ?
Menurut saya sih, tidak ada. Selama yakin bisa menjaga diri dan hati, menghindari terjadinya fitnah, serta melalui proses yang bersih dan sesuai dengan syariatNya. Hanya yang menjadi masalah adalah sejauh mana keyakinan itu bisa dipertanggungjawabkan. Faktanya, tanpa embel-embel cintapun belum tentu selamat dari yang namanya fitnah.
Bagaimana dengan menikah sebelum adanya cinta ?
Itupun bukanlah suatu hal yang tak mungkin. Toh cinta tidak termasuk dalam rukun nikah (ngasal !!!). Bukan berarti bahwa cinta itu nggak penting. Sepanjang perjalanannya, pernikahan akan selalu membutuhkan cinta. Karena itu, setiap pasangan harus senantiasa memperbarui cinta mereka agar tak pupus oleh waktu. (ampuuun, sotoy banget deh nih anak). Yo ben. Secara teori sih emang begitu.
Hanya saja, rasanya tak cukup bijak untuk menjadikan cinta dengan kenisbiannya sebagai satu-satunya dasar pijakan atau patokan untuk memutuskan "Ya, saya bersedia menikah dengan Anda" atau "Maaf, saya belum bisa menerima Anda".
Pada akhirnya, menikah diawali dengan atau tanpa cinta, semua adalah tentang sebuah pilihan. Yang perlu diperhatikan, bahwa pilihan yang diambil hendaknya didasarkan pada kefahaman, keridhaan dan tanpa keterpaksaan.
WaLLahu A'lam
: yang ingin, akan dan tengah menuju penggenapan separuh din
BismiLLahi tawakkaltu 'aLaLLahi
Semoga Allah memudahkan. Aamiin.
Jo lali undangane ^_^
Benarkah ???
Tapi kenapa, ada banyak pernikahan yang awalnya tanpa cinta, bisa tetep langgeng sampe sekarang. Dan sebaliknya, ada pernikahan yang diawali dengan cinta, tapi akhirnya kandas di tengah jalan dan berakhir dengan saling menyakiti.
Ternyata, cinta yang hanya sekedar cinta, tak cukup mampu menggiring bahtera rumah tangga tuk berlabuh dengan selamat di pelabuhan akhir.
Lalu, adakah yang salah dengan pernikahan yang diawali dengan cinta ?
Menurut saya sih, tidak ada. Selama yakin bisa menjaga diri dan hati, menghindari terjadinya fitnah, serta melalui proses yang bersih dan sesuai dengan syariatNya. Hanya yang menjadi masalah adalah sejauh mana keyakinan itu bisa dipertanggungjawabkan. Faktanya, tanpa embel-embel cintapun belum tentu selamat dari yang namanya fitnah.
Bagaimana dengan menikah sebelum adanya cinta ?
Itupun bukanlah suatu hal yang tak mungkin. Toh cinta tidak termasuk dalam rukun nikah (ngasal !!!). Bukan berarti bahwa cinta itu nggak penting. Sepanjang perjalanannya, pernikahan akan selalu membutuhkan cinta. Karena itu, setiap pasangan harus senantiasa memperbarui cinta mereka agar tak pupus oleh waktu. (ampuuun, sotoy banget deh nih anak). Yo ben. Secara teori sih emang begitu.
Hanya saja, rasanya tak cukup bijak untuk menjadikan cinta dengan kenisbiannya sebagai satu-satunya dasar pijakan atau patokan untuk memutuskan "Ya, saya bersedia menikah dengan Anda" atau "Maaf, saya belum bisa menerima Anda".
Pada akhirnya, menikah diawali dengan atau tanpa cinta, semua adalah tentang sebuah pilihan. Yang perlu diperhatikan, bahwa pilihan yang diambil hendaknya didasarkan pada kefahaman, keridhaan dan tanpa keterpaksaan.
WaLLahu A'lam
: yang ingin, akan dan tengah menuju penggenapan separuh din
BismiLLahi tawakkaltu 'aLaLLahi
Semoga Allah memudahkan. Aamiin.
Jo lali undangane ^_^
Monday, December 31, 2007
Catatan Akhir tahun
Tak terasa 2007 tlah di penghujungnya.
Alhamdulillah ... tahun ini, beberapa fase hidup telah berhasil saya lewati.
Pergantian fase memang sedikit banyak menimbulkan perubahan-perubahan. Perlu waktu untuk diri menyesuaikan.
Saat akan mengakhiri fase ngangsu kawruh saya, timbul sebersit keraguan dalam hati. Padahal untuk mengakhirinya saja butuh proses yang panjang dan penuh perjuangan. Hal ini karena ternyata banyak dari sahabat saya yang belum bisa lulus bulan itu. Kayaknya kok nggak seru gitu lulus sendirian (hehe, dasar wong aneh !!!), tapi sebenarnya bukan itu kok alasannya. Tapi karena masalah 3 digit angka yang saya kumpulkan selama 5 tahun ini. Dengan nilai sekian koma sekian sekian yang bagi saya AlhamduLiLLah tapi bagi orang lain (mungkin) amazing, incredible and ridicoulusness itu, layak kok bagi seseorang untuk bimbang antara segera menyelesaikan atau menunda 1 semester lagi untuk meng-up grade 3 digit angka tadi.
Pada akhirnya, saya memilih opsi yang pertama. Karena saya rasa saya tidak menemukan suatu alasan untuk menunda lagi. Paling tidak dengan pilihan ini, saya sedikit mengurangi beban ortu. Selain itu, tidak ada jaminan 3 digit saya akan berubah posisi dalam enam bulan mendatang, meskipun tentunya saya akan tetap berusaha jika opsi kedua yang saya pilih.
Soal kerja, saya optimis. PeDe wae lah. Saya yakin saya punya kelebihan. Lagipula manusia adalah makhluk yang kompleks. Sangat tidak logis jika kekompleksan itu hanya dilihat dan diwakilkan oleh tiga angka saja (ho'o apa ora ???). Satu hal lagi yang semakin memantapkan langkah saya, bahwa Allahlah yang tlah mangatur, menetapkan dan menjamin rizki bagi tiap-tiap hambaNya. So, masalah rizki, ga perlu khawatir. Lagian saya orangnya simple kok. Meskipun nantinya kerja, tetep cita-citanya adalah pengen jadi ibu rumah tangga yang bermanfaat bagi ummat, he ... Idealis memang. Tapi tiap orang kan memang harus punya idealisme.
Akhirnya, suratan takdir tlah membawa saya sampai disini. Sebuah anugrah yang tak henti saya syukuri. AlhamduLiLLah ... AlhamduLiLLah ...
Harapan saya, semoga ridho dan berkah Allah senantiasa terlimpah. Kerjanya berkah, pekerjaannya berkah, tempat kerjanya berkah, tempat tinggalnya berkah, hasilnya berkah dan segala sesuatunya membawa keberkahan baik bagi agama, ummat maupun bagi diri.
Dimanapun nanti Allah memilihkan bumi tempat berpijak bagi saya, saya yakin itu adalah tempat terbaik tuk saya mengabdikan diri sebagai hamba dan sebagai bagian dari hidup dan kehidupan.
Mohon doa dari semua. Semoga saya tetap dalam keistiqomahan dan kesederhanaan. Aamiin.
Alhamdulillah ... tahun ini, beberapa fase hidup telah berhasil saya lewati.
Pergantian fase memang sedikit banyak menimbulkan perubahan-perubahan. Perlu waktu untuk diri menyesuaikan.
Saat akan mengakhiri fase ngangsu kawruh saya, timbul sebersit keraguan dalam hati. Padahal untuk mengakhirinya saja butuh proses yang panjang dan penuh perjuangan. Hal ini karena ternyata banyak dari sahabat saya yang belum bisa lulus bulan itu. Kayaknya kok nggak seru gitu lulus sendirian (hehe, dasar wong aneh !!!), tapi sebenarnya bukan itu kok alasannya. Tapi karena masalah 3 digit angka yang saya kumpulkan selama 5 tahun ini. Dengan nilai sekian koma sekian sekian yang bagi saya AlhamduLiLLah tapi bagi orang lain (mungkin) amazing, incredible and ridicoulusness itu, layak kok bagi seseorang untuk bimbang antara segera menyelesaikan atau menunda 1 semester lagi untuk meng-up grade 3 digit angka tadi.
Pada akhirnya, saya memilih opsi yang pertama. Karena saya rasa saya tidak menemukan suatu alasan untuk menunda lagi. Paling tidak dengan pilihan ini, saya sedikit mengurangi beban ortu. Selain itu, tidak ada jaminan 3 digit saya akan berubah posisi dalam enam bulan mendatang, meskipun tentunya saya akan tetap berusaha jika opsi kedua yang saya pilih.
Soal kerja, saya optimis. PeDe wae lah. Saya yakin saya punya kelebihan. Lagipula manusia adalah makhluk yang kompleks. Sangat tidak logis jika kekompleksan itu hanya dilihat dan diwakilkan oleh tiga angka saja (ho'o apa ora ???). Satu hal lagi yang semakin memantapkan langkah saya, bahwa Allahlah yang tlah mangatur, menetapkan dan menjamin rizki bagi tiap-tiap hambaNya. So, masalah rizki, ga perlu khawatir. Lagian saya orangnya simple kok. Meskipun nantinya kerja, tetep cita-citanya adalah pengen jadi ibu rumah tangga yang bermanfaat bagi ummat, he ... Idealis memang. Tapi tiap orang kan memang harus punya idealisme.
Akhirnya, suratan takdir tlah membawa saya sampai disini. Sebuah anugrah yang tak henti saya syukuri. AlhamduLiLLah ... AlhamduLiLLah ...
Harapan saya, semoga ridho dan berkah Allah senantiasa terlimpah. Kerjanya berkah, pekerjaannya berkah, tempat kerjanya berkah, tempat tinggalnya berkah, hasilnya berkah dan segala sesuatunya membawa keberkahan baik bagi agama, ummat maupun bagi diri.
Dimanapun nanti Allah memilihkan bumi tempat berpijak bagi saya, saya yakin itu adalah tempat terbaik tuk saya mengabdikan diri sebagai hamba dan sebagai bagian dari hidup dan kehidupan.
Mohon doa dari semua. Semoga saya tetap dalam keistiqomahan dan kesederhanaan. Aamiin.
seuntai kasih Ibu
Ketika saya masih kecil, seringkali rumah kedatangan tamu-tamu yang istimewa. Ada seorang ibu separuh baya dengan kepala yang dililit kain sekenanya yang sering berjalan tanpa tujuan, Ada ibu dengan rambut tak terurus dan pakaian berdebu bersama anaknya yang begitu banyak. Ada ibu tua dengan kemampuan bicara dan jari tangan yang tak sempurna. Ada simbah dengan jalan yang tertatih dan gendong di punggungnya, ada wanita separuh baya dengan fungsi pendengaran yang berkurang, dan ada seorang pria dewasa dengan tingkah kekanakan.
Setiap mereka berkunjung, Ibu selalu menyambutnya dengan baik. Ibupun selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk memperlakukan mereka dengan baik pula. Tak jarang kami diminta untuk menjabat tangan mereka (tentunya yang ibu-ibu), membuatkan mereka minum atau memberikan makanan seadanya yang kami miliki.
Kinipun beberapa dari mereka masih sering ke rumah, sebagian yang lain telah kembali ke haribaanNya.
Saat dewasa, saya baru menyadari arti kesemuanya tadi. Bahwa setiap manusia berhak untuk diperlakukan selayaknya manusia, meski mungkin keadaannya istimewa dan berbeda dari lainnya.
Itulah yang ingin ibu tanamkan pada kami. Agar kami belajar untuk bisa menghargai dan berbagi kasih sayang dengan sesama, siapapun dan bagaimanapun keadaan mereka.
Thank you, Mom
For all your Love
Setiap mereka berkunjung, Ibu selalu menyambutnya dengan baik. Ibupun selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk memperlakukan mereka dengan baik pula. Tak jarang kami diminta untuk menjabat tangan mereka (tentunya yang ibu-ibu), membuatkan mereka minum atau memberikan makanan seadanya yang kami miliki.
Kinipun beberapa dari mereka masih sering ke rumah, sebagian yang lain telah kembali ke haribaanNya.
Saat dewasa, saya baru menyadari arti kesemuanya tadi. Bahwa setiap manusia berhak untuk diperlakukan selayaknya manusia, meski mungkin keadaannya istimewa dan berbeda dari lainnya.
Itulah yang ingin ibu tanamkan pada kami. Agar kami belajar untuk bisa menghargai dan berbagi kasih sayang dengan sesama, siapapun dan bagaimanapun keadaan mereka.
Thank you, Mom
For all your Love
Ban ... jir !!!
Akhir tahun ini banjir melanda Hampir di sebagian wilayah Jawa. Yang biasanya nggak kena pun sekarang dapet juga.
Termasuk di desa saya. Awalnya sih kaget juga denger beritanya. Masa' sih ngGunung kok banjir. Tapi setelah lihat TV (kecamatanku masuk Tipi lho ... ^_^), baru saya yakin. Soalnya memang pas hari H kejadian saya sedang tidak berada di rumah.
Kabarnya sih emang guedhe. Seumur-umur itu banjir yang terbesar, kata salah seorang sumber yang memberi info. Wong sampe masuk ke rumah-rumah warga. Trus jalan utama yang menghubungkan kecamatan saya ke kota Kabupaten (wonosari) aja sampe ga bisa dilewati. Akhirnya dipindah ke jalur alternatif. Dah gitu jalan yang menghubungkan ke luar propinsi (wonogiri) juga ga bisa dilewati.
Ga kebayang deh, seberapa gedhenya. Tapi alhamdulillah untuk daerah saya tidak ada korban jiwa, dan siangnya air juga sudah surut, sehingga aktivitas dapat berjalan lancar kembali.
Sepertinya saat ini kita harus lebih aware lagi terhadap kelestarian alam dan lingkungan. Yah mulai dari hal-hal kecil aja. Misal membiasakan membuang sampah pada tempatnya, ikutan nanam pohon, trus juga meminimalisisr penggunaan plastik. Soalnya kata temen saya, plastik itu kalo dibuang bisa bikin tanah ga subur, coz ianya baru bisa hancur setelah seratus tahun, dan kalo dibakar, asapnya 300 kali lipat lebih berbahaya dari asap rokok !!! wuihh ngeri bangettt.
Makanya ...
Satu hati, Selamatkan Bumi !!!
Kalo ga kita, sapa lagi ??!!
Artikel berikut, moga juga bisa jadi perenungan bagi kita. Untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Dari sebuah email
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
Forwarded Message
Subject: DO YOU KNOW THAT .....
Date: Wed, 26 Dec 2007 08:49:14 +0700
From: "Sri Dewi Lamora Ginting"
HTML Attachment [ Scan and Save to Computer ]
Best Regards,
Lamora
IT Project
PT.INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL
SPARE PARTS DEPARTMENT
DO YOU KNOW THAT .....
1. Ngga menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu
dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap
bulannya....
Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik
yang merembet ke pemanasan global.
2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA(tempat
pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap
tahunnya di Indonesia
Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang
tidak semestinya.
Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan... itu membutuhkan 1
pohon yang butuh waktu 10taon untuk jadi besar.
Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging... how many trees has
been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?
3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter
air. Tanya kenapa?
Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru
dicetak, membutuhkan 5 liter air... cck cck cck...
Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda
dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4.... selain nomor2 itu... they're
not safe,
karena sama aja kamu makan plastik!!!!
4. Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle... begitu juga
karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman...
They're only a waste... yang mau ngga mau tanahlah yang harus
merecycle.
Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun.
Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun...
Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari... berarti kita
mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setaon... HEBAT KAN ?
5. Be Green on ATM? Kalo di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake
receipt... atau be smart dong... Transfer lewat Internet banking ato
mobile banking....
8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap
taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.
Kalau selama setaon orang transaksi ngga pake kertas receipt,
itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari
garis equator sampe 15 kali... ccck ccck
6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi
polusi air, udara dan tanah.
Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan
sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)
Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :
* Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong
belanjaan)
* Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)
* Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang
sudah dipakai)
* Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas
iklan... disendirikan untuk dijual
* Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.
Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi
kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman...
7. Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang... tapi karena global
warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es
tempat berteduh.
Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH... pasti nangis deh ngeliat
perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan
mencari daratan.
Is that the world you will leave for your children?
Yang penting be smart for the sake of ourselves!
Save the world, save our lifes, save our children!
Termasuk di desa saya. Awalnya sih kaget juga denger beritanya. Masa' sih ngGunung kok banjir. Tapi setelah lihat TV (kecamatanku masuk Tipi lho ... ^_^), baru saya yakin. Soalnya memang pas hari H kejadian saya sedang tidak berada di rumah.
Kabarnya sih emang guedhe. Seumur-umur itu banjir yang terbesar, kata salah seorang sumber yang memberi info. Wong sampe masuk ke rumah-rumah warga. Trus jalan utama yang menghubungkan kecamatan saya ke kota Kabupaten (wonosari) aja sampe ga bisa dilewati. Akhirnya dipindah ke jalur alternatif. Dah gitu jalan yang menghubungkan ke luar propinsi (wonogiri) juga ga bisa dilewati.
Ga kebayang deh, seberapa gedhenya. Tapi alhamdulillah untuk daerah saya tidak ada korban jiwa, dan siangnya air juga sudah surut, sehingga aktivitas dapat berjalan lancar kembali.
Sepertinya saat ini kita harus lebih aware lagi terhadap kelestarian alam dan lingkungan. Yah mulai dari hal-hal kecil aja. Misal membiasakan membuang sampah pada tempatnya, ikutan nanam pohon, trus juga meminimalisisr penggunaan plastik. Soalnya kata temen saya, plastik itu kalo dibuang bisa bikin tanah ga subur, coz ianya baru bisa hancur setelah seratus tahun, dan kalo dibakar, asapnya 300 kali lipat lebih berbahaya dari asap rokok !!! wuihh ngeri bangettt.
Makanya ...
Satu hati, Selamatkan Bumi !!!
Kalo ga kita, sapa lagi ??!!
Artikel berikut, moga juga bisa jadi perenungan bagi kita. Untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Dari sebuah email
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
Forwarded Message
Subject: DO YOU KNOW THAT .....
Date: Wed, 26 Dec 2007 08:49:14 +0700
From: "Sri Dewi Lamora Ginting"
HTML Attachment [ Scan and Save to Computer ]
Best Regards,
Lamora
IT Project
PT.INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL
SPARE PARTS DEPARTMENT
DO YOU KNOW THAT .....
1. Ngga menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu
dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap
bulannya....
Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik
yang merembet ke pemanasan global.
2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA(tempat
pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap
tahunnya di Indonesia
Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang
tidak semestinya.
Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan... itu membutuhkan 1
pohon yang butuh waktu 10taon untuk jadi besar.
Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging... how many trees has
been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?
3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter
air. Tanya kenapa?
Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru
dicetak, membutuhkan 5 liter air... cck cck cck...
Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda
dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4.... selain nomor2 itu... they're
not safe,
karena sama aja kamu makan plastik!!!!
4. Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle... begitu juga
karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman...
They're only a waste... yang mau ngga mau tanahlah yang harus
merecycle.
Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun.
Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun...
Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari... berarti kita
mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setaon... HEBAT KAN ?
5. Be Green on ATM? Kalo di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake
receipt... atau be smart dong... Transfer lewat Internet banking ato
mobile banking....
8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap
taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.
Kalau selama setaon orang transaksi ngga pake kertas receipt,
itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari
garis equator sampe 15 kali... ccck ccck
6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi
polusi air, udara dan tanah.
Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan
sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)
Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :
* Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong
belanjaan)
* Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)
* Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang
sudah dipakai)
* Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas
iklan... disendirikan untuk dijual
* Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.
Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi
kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman...
7. Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang... tapi karena global
warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es
tempat berteduh.
Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH... pasti nangis deh ngeliat
perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan
mencari daratan.
Is that the world you will leave for your children?
Yang penting be smart for the sake of ourselves!
Save the world, save our lifes, save our children!
Slenco
Kalo yang ini nih, lagunya lucu banget. Critanya tentang percakapan dua orang, satu laki, satu perempuan.
Ndenger lagu ini pertama kali, rasanya geli.
Judule wae Slenco.
Jadinya ya .. Jaka sembung makan lodeh
Nggak nyambung deh ... hehe
Mas kangmas Namine sinten ?
Sakniki dintene sabtu
Mas kangmas kesah teng pundi ?
Sapi kula pun manak pitu
Duh aduh njenengan pripun ?
Sakniki pun mboten Ngalor
Kenging menapa kok wangsul Ngidul ?
Kula niki namine sinten ?
Aduuuh kok njengkelke
Di aJak ngendikan kok Mrana mrene
Dadi ora karuan
Estunipun menapa saliwang
Kula mboten udud
Rumiyin kula teng Surabaya
Kapan dina jemuwah
Kula mbenjang badhe tindak pundi
Ping kuping alah apa jamur
Ora mungkin mripatku lamur
Penak meneng ora caturan
Emang aku ngganteng tiada tandingan
Ndenger lagu ini pertama kali, rasanya geli.
Judule wae Slenco.
Jadinya ya .. Jaka sembung makan lodeh
Nggak nyambung deh ... hehe
Mas kangmas Namine sinten ?
Sakniki dintene sabtu
Mas kangmas kesah teng pundi ?
Sapi kula pun manak pitu
Duh aduh njenengan pripun ?
Sakniki pun mboten Ngalor
Kenging menapa kok wangsul Ngidul ?
Kula niki namine sinten ?
Aduuuh kok njengkelke
Di aJak ngendikan kok Mrana mrene
Dadi ora karuan
Estunipun menapa saliwang
Kula mboten udud
Rumiyin kula teng Surabaya
Kapan dina jemuwah
Kula mbenjang badhe tindak pundi
Ping kuping alah apa jamur
Ora mungkin mripatku lamur
Penak meneng ora caturan
Emang aku ngganteng tiada tandingan
Subscribe to:
Posts (Atom)