Mimpiku ...

Menjadi apa adanya diriku ... Memberi yang terbaik dan terindah Tuk mereka yang tercinta

Tuesday, October 03, 2006

Tentang KKN (lagi)

Dalam sebuah obrolan ringan, seorang saudara pernah berkata yang intinya begini, “ah, KKN tuh sebenarnya nggak perlu. Lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya”.
Yah, wallahu a’lam. Sebenarnya kan tujuan awal KKN tuh baik. Sebagai sarana agar para mahasiswa yang dalam kesehariannya berkutat dengan rumus dan dunia kampus, mulai belajar untuk terjun langsung ke masyarakat, supaya kelak, ketika memang harus menjadi bagian dari masyarakat, tidak lagi merasa kagok. Tapi dalam prakteknya, tujuan itu tidak, atau lebih tepatnya, kurang berhasil.
Tanya kenapa ?
Ada banyak faktor. Bisa jadi dari sistem pengelolaannya atau dari sisi mahasiswa itu sendiri yang hanya menganggap KKN sebagai salah satu mata kuliah wajib yang harus dipenuhi sebagai syarat kelulusan, tanpa kemudian memahami esensi yang ingin ditekankan lewat KKN ini.
Sedikit ingin berbagi pengalaman KKN-ku (ndek jamanku KKN mbiyen ^_^).
Pada awal-awal masa KKN, ada kebingungan yang dirasakan oleh hampir semua anggota unit, aku mo ngapain ya ??? Padahal sebenarnya, kalo mau membuka mata lebar-lebar dan mau sedikit memeras pikiran dan tenaga, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Bantu bersih puing, misalnya, soasialisasi or kenalan dengan warga atau lainnya. Cuma, mungkin karena masih shock dengan kondisi yang ada, atau juga karena masih merasa ’asing’, akhirnya ya itu tadi, malah bingung apa yang mesti dilakuin. Istilah kerennya, kami mengalami disorientasi. Sampe2 ada satu pertanyaan yang mengusik hatiku (ciee ..). Apa yang sudah aku karyakan disini ?? Kok rasanya ada or ga ada kami, nggak ada pengaruhnya sama sekali. Kalo gitu, njuk kita disini tu ngapain ??? Sedih juga sih. Untungnya masa disorientasi ini tidak terlalu lama. Setelah bisa beradaptasi, dan program kerja telah disusun, kerjapun dimulai. Yup !!! Ayo semangat ... semangat !!!
Ternyata butuh banyak ketrampilan untuk bisa diterima di masyarakat. Yah minimal ketrampilan berkomunikasi. Bahkan itu merupakan modal dasar dalam melakukan interaksi. Dan untuk itu perlu banyak belajar dan latihan.
Dalam proses pembelajaran ini, banyak suka duka yang dirasakan. Dukanya nih ya, pernah di’ceramahin’ sama bapak pimpinan relawan lain, sampe akhirnya kita mutung, hehe ..., trus dicuekin dan disinisin sama salah seorang warga (ibu-ibu nih ceritanya), gara-garanya tanpa sadar kami tlah menyinggung perasaan beliau,trus lagi permintaan warga yang aneh-aneh (bayangin aja, pas ditanya kebutuhan yang mendesak untuk saat ini apa, eh jawabnya masa rice cooker, TV, tape, de el el. Yang bener aja bu), yah begitulah. Kalo dirasa-rasain sih ’makan ati’ juga, kadang bikin emosi. Tapi yah diambil sisi positifnya aja. Saya pernah dinasehati seorang saudara, bahwa dalam segala hal, kita harus berpikir secara holistik ?
Apakah itu ?
Kata beliau, berpikir secara holistik adalah berpikir secara menyeluruh, melihat dari berbagai sisi, dan mempertimbangkan dari berbagai sudut pandang. Begitu katanya.
Begitupula dalam hal menyikapi segala ketentuan yang terjadi pada diri kita.
Misalnya saja, ada orang yang mengkritik sikap adik kita. Jika dilihat dari satu sisi, bisa muncul sikap kesel, marah or nggrundel dalam hati ‘Ini siapa sih, sok banget, emangnya adiknya dah baik apa kok ngurusin adik orang, wong adik saya sudah kurus kok masih dikurusin ?’ (nah lho, jayusnya keluar). Tapi kalau kita mau melihat di sisi lain, anggap saja itu sebagai bentuk perhatian orang tadi terhadap adik kita. Kita kan jadi mikir nih, Wong orang lain saja peduli sama adik kita, harusnya, kita yang kakaknya sendiri, lebih peduli lagi.
Yah pokoknya seperti itulah. Selalulah berpikir positif. Soalnya kalo kita melihat yang negatif terus, kita sendiri yang capek.
Dari pengalaman-pengalaman yang kurang enak itu, aku jadi nyadar, beginilah bermasyarakat. Harus siap mental. Apalagi kalo kita beda dikiit aja, pasti dah diomongin orang. Memang begitulah kultur masyarakat kita. Masih kurang bisa menghargai perbedaan.
Tapi nggak melulu duka yang kami rasakan. Ada sukanya juga, banyak malah. Antara lain, dapet host yang baik banget (keluarga mbah uti yang tlah menganggap kami bagai anak sendiri, dan selalu mengharuskan kami untuk makan sebelum pulang, bahkan kalo nggak mau, mo dibungkusin coba, bener-bener deh), ibu-ibu sekitar posko yang ramah dan suka ngajakin kami ikut pengajian, adik-adik TPA yang lucu-lucu dan welcome banget dengan acara-acara yang kami adakan, banyak deh pokoknya. Bahkan ada seorang ibu yang kami (aku dan satu orang temenku) beri julukan ’ibu pinarak’, soale hampir tiap kali ketemu selalu disuruh pinarak ke tempatnya, hehe ... (maaf atas julukan yang terdengar kurang sopan ini,^_^). Tapi ibu tersebut emang baik dan perhatian banget lho. Pernah kejadian kan pas sholat subuh jamaah di masjid, temenku komentar tentang udara malam yang duiingggiinnn bangettt, sampe menggigil deh pokoknya. Niatnya sih hanya sekedar ingin cerita saja, tapi ternyata selesai sholat subuh, sudah ada secangkir teh tubruk panas dan sebotol minyak kayu putih buat kami, ”Untuk menghangatkan badan”, kata ibunya. Trus esoknya, seperti biasa sholat subuh di masjid. Selesai sholat subuh, tersedia lagi secangkir jahe anget dan sebungkus makanan kecil, ”yah, semalam habis arisan mbak, lumayanlah buat ganjal perut”. Esok paginya lagi, pas habis sholat subuh lagi, sudah ada secangkir teh panas dan satu kaplet sanaflu, ”Tadi saya denger mbaknya pilek, jadi saya kasih sanaflu”, Subhanallah, padahal aku pileknya bukan karena flu, tapi karena hal lain.
Yah begitulah, penyambutan warga yang beragampun memberikan pelajaran tersendiri.
Bagi aku sendiri, di tempat KKN ini, aku banyak belajar. Belajar berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dengan berbagai karakter yang berbeda. Belajar untuk menjadi lebih dewasa, belajar bekerja dalam team, belajar untuk bertanggungjawab, belajar untuk lebih menghargai waktu, belajar berempati, belajar ’care’ dengan lingkungan, belajar aktualisasi diri, yah ... disinilah tempat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang selama ini didapatkan dari proses belajar yang selama ini dilakukan.
Bagi yang mampu mengelola dengan baik, sebenarnya KKN merupakan training dan ajang pelatihan yang luar biasa. Dari sana, kita bisa mendapat bekal yang cukup bermanfaat untuk menjalani hidup kita selanjutnya.
Waktu 1,5 bulan itu telah menyadarkan dan membuka mata, bahwa peranan kita, sedikit banyak, dibutuhkan oleh masyarakat. Siapa yang akan membawa perbaikan pada negeri ini, jika bukan kita, para pemuda ?! Sejarah telah membuktikan, kekuatan semangat pemuda, mampu merubah wajah dunia.
Yah, kini bukan waktunya lagi untuk memikirkan diri sendiri. Banyak harap yang tlah tersia, banyak huluran tangan yang menengadah hampa, banyak tatap kosong isyaratkan tiadanya asa. Akankah semua kan terbiar begitu saja ???
Makanya, harus segera lulus, supaya bisa mengerjakan urusan lain yang manfaatnya lebih bisa dirasakan oleh sesama.
”Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Al Insyiroh : 7)
Lho kok dadi tekan kono, Ra nyambung banget.
Yah, intinya saya ingin menyampaikan kekurang-sepakatan saya dengan statement saudara saya tadi. Segala sesutu itu tergantung yang menjalani. Berguna atau tidaknya sesuatu, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Jadi pinter-pinter saja memanfaatkan situasi. Yakin deh, dari setiap hal yang kita alami, meski itu yang paling tidak enak atau paling tidak berguna sekalipun, pasti ada hikmah dan kebaikan yang bisa kita ambil dari sana, walau sedikit. Karena ’ ... tiadalah Allah menciptakan semua ini dengan sia-sia ...’(Ali Imran :191).
Wallahu a’lam.

KKN ku

Bulan Juni-Juli kemarin ikut program KKN UGM Peduli Gempa di Desa Muruh, Gantiwarno, Klaten. Cukup seru dan penuh tantangan. Cerita lengkapnya besok aja kali ya, to be continue gitu.
Sebenarnya sih ini cuma mo nyoba-nyoba posting pake foto, biasanya kan cuma tulisan thok. Yah moga-moga aja bisa.
Nah inilah wajah-wajah temen-temen seperjuangan di Unit Muruh dengan keunikan mereka masing-masing.
Adit, Ao, Bowo : Ndek jamanku KKN mbiyen …, rame tenan!
Adjiex : Junjung tinggi semangat Teamwork kita !
Alan : Ditumbaske balon nggih ?
Alex : Aku mo mbangun candi dulu
Ardhian : Wadhuh, busi motorku kemana nih ?
Davi : Jangan lupa iuran member tiap bulan !
Dee-K : Mbak, laporane dhewe piye ???
Didi : Hayoo, siapa yang belum bayar ?!!!
Edi : Ya kan pak?! Pinteeerrr
Fidya : siapa mo ikut ketempetku ???
Iko “Mariko” : Sopo sing gelem tak boncengke ???
Hanggoro : Yuuukkk
Hanif : Bantingan yo !
Ii : “Bang, sms siapa ini bang ?”
Ipeh : Eh, krupuknya tak kasih Miki ya ?!
Irdhas : Ternyata, pingsan itu enak.
Meha : O, ini Lavender tho ? (Gubrakk!!!)
Naufal : Nyaaak !
Putri : Kalo ada anak kecil, pengen tak jitak rasanya.
Raf’ie : 18 juta orang telah tertipu memakai S……….. (sepakat)
Reza “Sasha” : Ada ngga’ ya, yang jual bed cover motif tengkorak ?

Ridho : Aku sih sebenarnya mo bantu, tapi …
Ria : Ayo adik-adik, sekarang kita main tebak-tebakan
Sugi : Lauk hari ini apa ? (antioksidan dan vitamin C)
Sunu : Dewasa itu pasti, Tua itu pilihan (lho ???)
Titis : Ambil suara : ‘Berrrr …’, Pokkk!!!
Yoga : Pergerakan itu mengakibatkan terjadinya kerak, eh kekar
Yosie : Asyiik, ada sambelnya.


: maaf ya, pasang fotonya ga minta izin dulu. Kalo ada yang keberatan, nanti harap menghubungi.

Friday, September 29, 2006

Alhamdulillah

Alhamdulillah, satu amanah tertunai sudah. Setelah berjalan agak tersendat-sendat, akhirnya semua paripurna.
Ada baiknya, ketika usai melakukan sesuatu, kembali melakukan evaluasi, baik bagi diri, maupun bagi kerja yang telah dijalani.
Yang namanya manusia pastilah tidak ada yang sempurna. Kalo kata orang No body's perfect. Kalo kata Mr. Subanar "kurva kesempurnaan selalu berbentuk asimptotis" (opo tho kuwi ???)
Yah gampangannya bahwa kesempurnaan hanyalah milik Dzat Yang Maha Kuasa.
Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Selalu ada salah yang dilakukan. Terlebih dalam sebuah tim kerja, dimana karakter orangnya beda-beda. Pastilah ada benturan-benturan yang terjadi, baik dalam bentuk kata-kata ( misal celetukan-celetukan asal yang mungkin niatnya bercanda, tapi bisa jadi ada yang merasa tersungging, eh tersinggung), atau perilaku (misal emosi yang tidak terkendali, sikap 'luweh' yang kadang nyebelin, sikap memburu-buru yang bikin panik, de el el).
Bisa jadi tidak terungkapkan, mung dho grenengan dhewe (Misal ngomel dalam hati, 'Ini gimana tho kok undangan pembicara ga dibuat-buat', or mungkin keluhan 'kok kabeh gawean diserahkan ke kita, dikira kita nggak da kerjaan po ???' de es te).
Yah semua itu manusiawi dan sangat bisa jadi sekali.
Kadang tanpa kita sadari, ketika tengah menjalani suatu kerja, apalagi yang dikejar deadline, kita terlupa akan esensi dan tujuan awal dari kerja kita. Sehingga yang terjadi hanyalah rasa lelah dan capek yang dirasa. Tak jarang terasa ketidak adilan dalam pembagian kerja, seolah kita sendiri yang kerja (single fighter, gitu).
Seperti yang telah dikatakan di muka, bahwa semua itu manusiawi sekali. Tapi bukan berarti trus dibiarkan begitu saja. Harus ada tindakan preventif yang dilakukan.
Disinilah pentingnya senantiasa memperbaharui niat.
Kapan sih kita harus memperbaharui niat ?
Pertama saat kita akan melakukan sebuah amalan.
Tetapkan tujuan awal dari kerja kita. Tujuan kita melakukan ini tuh untuk apa sih ? Harusnya semua aktivitas kita adalah dalam rangka beribadah pada Allah. Ini yang harus selalu kita tekankan pada diri kita. Lillah, billah.
Kedua, saat sedang melakukan amalan.
Jalan yang dilalui, tak selamanya lurus. Kadang ada tanjakan atau belokan yang dilalui. Bisa jadi ada lintasan-lintasan lain yang kemudian mencoba mengusik niat awal kita. Karena itu niat perlu kembali dibersihkan. Orientasi perlu untuk diluruskan. Ingat bahwa amalan ini adalah untuk Allah. Jika niat karena Allah ini tetap terjaga, maka tidak akan terjadi yang namanya saling lempar amanah, yang ada justru saling berlomba-lomba untuk menjalankan suatu amanah, fastabiqul Khairat.
Ketiga, saat usai melakukan amanah.
Jika saat awal dan tengah melakukan amalan kita mampu menjaga lurusnya niat kita, maka bukan berarti kita bisa bernafas lega. Setan itu sangat ulet dan gigih dalam menggoda manusia. Ini yang kadang bikin heran, mereka (baca : setan) rela bersusah payah, untuk mendapatkan neraka dengan segala siksaannya, sedangkan kita kadang bermalas-malasan untuk meraih jannahNya dengan segala kenikmatannya. Aneh ya. Ups, just intermezzo aja. Back to tema. Di saat-saat akhir setan menyusupkan rasa bangga diri dalam hati, 'Wah, kerja ini bisa sukses tuh karena aku, coba kalau ga da aku, pasti sudah kacau balau'. Yah, bisa jadi seperti itu. Karena itu kita lagi-lagi perlu untuk meluruskan niat. Bahwa semua ini terjadi atas izin Allah. Semua bisa berjalan lancar dan sukses, karena Allah yang memudahkan. Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah, tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.

Berat ? memang. Menjaga keikhlasan hati memang berat. Karena keikhlasan itulah inti dari amalan kita. Tanpa Ikhlas, amalan kita = 0 (nol), seberat dan sekeras apapun kerja kita. Ikhlaslah yang membuat amalan kecil yang bagi orang tiada artinya, menjadi bernilai besar di sisi Allah. Begitu juga sebaliknya, amalan yang terlihat sempurna di mata manusia, tiada berarti sedikitpun bagi Allah jika tidak diiringi keikhlasan.
" ... Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ? yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufurterhadap Ayat-ayat Tuhan mereka, dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat." (Al Kahfi : 103-105).

Tentunya, kita tidak ingin termasuk dalam golongan orang-orang di atas. Karena itu, mari sejenak tundukkan kepala, mencoba tuk merangkai kembali keikhlasan hati sekiranya selama perjalanan sempat terkikis oleh ruang dan waktu.
Sungguh, tanpa keikhlasan, segala luka, penat, lelah dan letih yang dirasa, setiap tetes darah, peluh dan airmata yang tertumpah, semua menjadi sia-sia. Na'udzubillahi min dzalik.

________________
Robbiy ... terimalah bingkisan kecil dari kami, sebagai bukti pengabdian dan kecintaan kami kepadaMu.
: Saudara-saudara seperjuangan, afwan atas segala khilaf. semoga keikhlasan senantiasa menghiasi hati-hati kita. Amin

Wednesday, September 20, 2006

The Invisible world

Seminggu kemarin satu asrama disibukkan dengan ulah "tetangga sebelah" yang tiba-tiba aja nyelonong masuk ke dunia kita. Bikin kacau semua aktivitas, karena hampir semua perhatian tertuju ke arahnya.
Capek ... ? Jelas.
Anyway, bukan tentang "makhluk" tersebut dan segala ulahnya yang mau diceritakan disini. Tapi ada banyak ibroh dan ilmu yang didapatkan dari sekelumit kisah yang benar-benar dialami ini.
Pertama, bahwa makhluk ghaib itu benarlah adanya. Sampai saat ini, masih ada orang yang meragukan keberadaan makhluk-makhluk di luar manusia. Dengan kejadian ini, semua jadi lebih yakin, bahwa Allah memang telah menciptakan makhluk lain di luar manusia, dengan tujuan yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah.
Kedua, ada beberapa hal yang kemudian menjadi kesukaan 'mereka'. Antara lain gambar (termasuk foto), patung (boneka juga), air yang menggenang, kamar mandi, tempat yang berantakan (Hayooo, warning nih bagi yang kamarnya sering berantakan, termasuk aku, he.. =>), laut, gunung, tempat yang rungkut (semisal semak belukar yang tidak terawat), tempat sampah, de el el.
Selain menyukai tempat-tempat yang disebut di atas, 'mereka' ternyata juga suka musik, terutama musik yang ada nada gitarnya, ada suara serulingnya, ada suara perempuannya, yang mendayu-dayu, yang melenakan, pokoknya yang membuat orang lupa. Bahkan nasyidpun, ketika ada hal-hal yang telah disebut itu, mereka juga suka ! walah walah, harus super selektif nih dalam mendengarkan nasyid. Kalo perlu frekuensi nyetel nasyidnya dikurangi, ganti dengan murottal, =p.
Dulu-dulu sih pernah juga dikasih tahu tentang semua hal yang disebut di atas, tapi masih agak-agak kurang percaya gitu. Tapi pas denger ini langsung dari 'sumbernya', terus terang agak kaget juga, Jebul tenan tho. Langsung deh sweeping kamar dan rumah, semua yang berbau-bau gambar makhluk hidup, langsung di copot. Ternyata susah juga. Bayangin aja, di buku tulis tuh, hampir di tiap lembarnya, pasti ada gambarnya coba ?! Piye leh arep ngilangi ??? Pusssiiinggg. akhirnya diakalin aja, dicoret-coret pake spidol or pena.
Trus sekarang juga berusaha meminimalisir mendengarkan musik-musik, bahkan nasyid sekalipun. Sebisa mungkin hindari deh kontak dengan mereka, antara lain dengan menghindari hal-hal yang disukai mereka. Begiru ... eh begitu.
Yah moga yang sedikit ini dapat bermanfaat tuk semua.
Ana hanya sekedar menyampaikan, selanjutnya terserah Anda .....
Wallahu a'lam

Thursday, August 31, 2006

Azzam baruku ^_^

Akhirnya kesampaian juga punya teman jalan. Setelah sekian lama berharap, baru sekarang dikabulkan. Inilah salah satu berkah KKN. Kok bisa ? Ya bisa dong. Tahu sendiri kan, medan KKN tuh kadang berat, dan di pelosok. Sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, perlu teman yang siap untuk mengantar dan membersamai sewaktu-waktu. Untung ortu memahami kondisiku, akhirnya proposal yang kuajukan di ACC. Alhamdulillah ...
Oya, perkenalkan namanya Azzam. Keren kan ??!! sekeren penampilannya (menurutku lho). Yah meski ga cakep-cakep amat, tapi cukup bisa diandalkan.
Semoga saja, dengan kehadirannya, dapat menumbuhkan sebuah tekad yang kuat, untuk senantiasa bergerak menuju arah kebaikan, baik itu perbaikan ruhiyah, fikriyah, amaliah, akhlaqiyah, tsaqofiyah dan tak lupa, semoga ia bisa membuatku untuk lebih bisa menghargai waktu.
Anyway, ini adalah suatu amanah yang harus kujaga dan kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena kelak, kitapun akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita miliki.
Selamat datang di duniaku ....
Kita akan sama-sama berjuang mengarungi mengarungi kehidupan. Berusaha untuk memberi yang terbaik dari diri kita untuk kemshlahatan umat.
Keep Spirit of da'wah and jihad.
Isy kariimun, au mut syahidan.

Sepenuh cinta tuk Azzamku, AB 3307 RD sink valink kueerreenn DW, yang 2 bulan ini telah setia menemani. maapin ye kalo ane kadang dzolim, telat kasih makan ente. Anyway jangan sering ngambek yah, kalo ente ngambek, ane juga yang susah, hehe... peace

Bismillah

Wah dah lama banget ga ngisi blog ini. Jangankan diisi, di jenguk aja juaranggggg banget. Hampir lupa bahkan. Agak sedikit tidak adil sih. Saudara tuanya selalu di update, tapi yang muda nih malah ga pernah tersentuh. Ya maaf.
Tiba-tiba aja kemarin pengen lagi buka-buka blog yang satu ini. Ngelihat ijonya aja dah sejuk, jadi membangkitkan semangat tuk nulis lagi nih. OK deh, dunia kecilku akan akan kurangkai kembali. Dunia kecil, yang mungkin tidak semua orang dapat mengetahuinya. Dunia kecil yang kuharap bisa mewakili apa yang ada dalam benak dan fikirku.
Semoga dapat membawa hikmah dan manfaat tuk semua. Amin
.

Sunday, January 30, 2005

Angkutan Merpati

Selalu ada rasa kesal saat naik bis yang penuh sesak. Ini sering terjadi kalo pas mo mudik, biasanya hari sabtu sore, dimana anak-anak kost banyak yang pulang kampung. Bukan karena harus berdiri selama beberapa jam. Kalo itu mah dah biasa, dan cukup bisa diterima. Sebelnya tuh kalo harus berdesak-desakan dengan orang lain. grrrh sampe kadang gregeten juga. kedorong kesana-kesini. Mau ga mau harus bersentuhan dengan penumpang sebelahnya. Padahal yang disebelah kita kan belum tentu sama-sama wanita. Dan kadang kondekturnya tuh juga mondar-mandir aja. Dah tahu sesak begitu, masih juga mondar-mandir. Begitu biasanya aku ngedumel dalam hati. Padahal kalo dipikir tuh kondektur ga salah apa-apa, emang tugasnya ya mondar-mandir gitu buat narikin ongkos, hehe. Dasar erni !
Trus ada lagi yang selalu bikin juengkel. Yaitu asap rokok !!! Wuiiihhh kalo sama hal yang satu ini, rasanya mo pingsan deh. Kadang orang tuh seenaknya saja merokok di tempat umum. Nggak nyadar kalo banyak orang merasa terganggu dengan aktivitas yang dilakukannya itu.
Biasanya nih kalo dah ada gelagat yang menunjukkan akan dinyalakannya rokok, aku mulai pasang kuda-kuda. Yaitu nutup hidung dengan apa aja yang ku pegang. Bisa tas, koran, jilbab, tangan de el el. Kalo tetep nggak ngerespon mulai agak sedikit diperjelas, dengan mengibas-kibaskan tangan sambil pasang muka cemberut. eeee kalo tetep ga nyadar, tak lihatin aja sekalian, habis penasaran, siapa sih orang yang ga peka ini ? Kalo tetep aja masih tidak ngeh, yo uwis, siap-siap aja mengalami penderitaan selama perjalanan T_T.
Memang, merokok itu hak setiap orang, tapi orang lain kan juga punya hak untuk menghirup udara segar. Kadang pengen banget bilang, "OK lah, Bapak boleh merokok disini, tapi ... asapnya nggak boleh kemana-mana. Terserah mo diapain, boleh bapak hirup sendiri, boleh dimasukin plastik, pokoknya jangan sampai orang disekeliling bapak menghirup asap rokok Bapak !!!". Agak ekstrim memang. Tapi lagi-lagi itu hanya mampu diucapkan dalam hati.
Kadang serba salah juga sih. Kalo mo ngingetin langsung nanti tersinggung (maklum aku ni tipe wong jawa banget yang rasa ewuh pakewuhnya tinggi), tapi kalo ga dibilangin langsung, ya pada nggak peka gitu.
Dari kekesalan itulah, timbul sebuah ide yang cukup asal dan usil, tapi boleh juga :)
Aku membayangkan suatu saat di masa depan, ada angkutan yang Khusus Putri. hehehe, keren kan ?!
Subhanallah, betapa nyamannya. hmm, meskipun harus berdiri kan ga khawatir terjadi body contact dengan non mahram. Dah gitu ga ada gangguan asap rokok yang kadang bikin sesek paru-paru and hati. wuiihhh, eksklusif sekali. Tuh angkutan bertugas untuk mengantar para wanita dalam melakukan aktivitasnya. Sopirnya ga harus wanita, laki juga boleh. Trus sistem pembayarannya otomatis. Kita tinggal naruh uang di suatu tempat yang telah disediakan. Kalo mo kembalian, ya tinggal ambil sendiri, jadi ga perlu pake kondektur dan sopir sekedar menjalankan kendaraan saja. Tapi memang dibutuhkan kejujuran dari penumpangnya juga sih. Atau kalo nggak, kondekturnya putri aja deh, biar lebih save. Wah kok kayake ueennnak tenan yo.
Trus bagusnya namanya apa ya ??? kan dah ada bajaj, bemo, busway, kancil, de es be. Mmmm, gimana kalo namanya Merpati aja, kan keren plus ladies banget. Angkutan Merpati, hehehe... siiiplah.
Wah lama-lama kok jadi ngelantur gini ya. Tapi ini bener-bener suatu harapan. Bukankah mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari ???
Kapan ya hal ini bisa terwujud ???